Menggali Lebih Dalam Seputar Mitos Kesehatan Kulit

Menggali Lebih Dalam Seputar Mitos Kesehatan Kulit

Menggali Lebih Dalam Seputar Mitos Kesehatan Kulit

Kulit merupakan organ terluar yang melapisi seluruh bagian tubuh pada manusia. Kulit juga merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia. Berat kulit bisa mencapai 7 % dari berat tubuh keseluruhan. Pada permukaan kulit paling luar, terdapat pori-pori, yang mana rongga tersebut menjadi tempat keluarnya keringat.

Baca Juga : Obat Herbal Psoriasis

Tidak hanya menjadi organ terbesar pada tubuh manusia, kulit juga memiliki banyak fungsi fungsinya pada tubuh manusia, sebagai pelindung tubuh dari hal-hal yang bisa menimbulkan bahaya, sebagai alat peraba, sebagai salah satu bagian dari sistem ekskresi, sebagai pengatur suhu tubuh, dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Dan secara umum kulit memiliki 3 lapisan, yaitu Epidermis, Dermis, serta Hipodermis.

Dengan pentingnya fungsi dan peranan kulit terhadap tubuh secara keseluruhan, maka sangatlah wajib untuk selalu memperhatikan kesehatan kulit dan menjaganya selalu sehat. Namun perlu diperhatikan juga, jangan sampai ceroboh dengan langsung mempercayai tips-tips seputar perawatan kesehatan kulit yang beredar tanpa sumber yang jelas dan pasti. Sebab, bisa saja itu hanya sebuah mitos saja. Karena, memang tak jarang ada banyak mitos yang beredar seputar kesehatan kulit yang belum terbukti benar atau tidaknya, seperti beberapa tips kesehatan kulit berikut ini :

1. Semakin Besar Angka SPF, Maka Kulit Semakin Terlindungi

Sinar ultraviolet terdiri dari tiga jenis, yaitu ultraviolet A, ultraviolet B dan ultraviolet C. Yang mana dua diantaranya (Sinar ultraviolet A dan Sinar ultraviolet B) sering mengenai kulit, sementara untuk sinar ultraviolet C tidak pernah sampai ke Bumi, karena sudah hilang terserap atmosfer.

Sinar ultraviolet A atau biasa disebut UVA, dapat masuk ke dalam kulit hingga kedalaman tertentu, yang mana hal tersebut dapat memicu produksi pigmen, sehingga bisa membuat kulit menjadi lebih gelap. Sementara sinar ultraviolet B atau UVB, dapat merusak DNA kulit dan mengakibatkan penuaan pada kulit, perubahan pigmen, serta kanker kulit.

Baca Juga : Bahaya Sinar Ultraviolet Terhadap Kulit dan Kesehatan

SPF pada produk pelindung matahari akan memberi tahu sebaik apa produk tersebut dalam melindungi kulit dari sengatan matahari. Dan angka SPF merupakan tolak ukur yang menentukan seberapa lama kulit dapat terlindungi di bawah sinar matahari tanpa terbakar selama memakai produk tersebut.

Jadi, jika anda hanya mampu bertahan sekitar 15 menit di bawah sinar matahari hingga kulit anda mulai terbakar sinar matahari tanpa pelindung apapun, dengan menggunakan SPF 10, maka produk tersebut akan menambah lama waktu anda hingga 10x lipat di bawah sinar matahari sebelum terbakar, yakni sekitar 150 menit alias 2,5 jam. Begitupun seterusnya dengan angka SPF seterusnya.

Namun, semakin tinggi angka SPF tidak menjadi indikasi seberapa kuat perlindungan yang akan didapat dari produk tersebut. Karena SPF10 dengan SPF15 atau bahkan SPF50 sekalipun, sama baiknya dalam memberikan perlindungan pada kulit dari terik matahari. Tingkat SPF yang tinggi hanya akan memblokir lebih banyak UVB, namun tidak memberikan 100% perlindungan dari risiko kulit gosong. Akan tetapi, produk dengan SPF tinggi dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap resiko kerusakan kulit jangka panjang, seperti kanker kulit.

Sementara itu, semakin kecil tingkat SPF, maka semakin harus lebih sering untuk menggunakan ulang produk ber-SPF tersebut untuk menambah lama waktu perlindungannya terhadap kulit di bawah terik sinar matahari tanpa khawatir kulit terbakar sinar matahari. Dan perlu diingat juga, produk seperti tabir surya atau sunblock mudah terbilas air, sehingga membuat sebagian tubuh menjadi rentan terhadap sinar UV. Dan mengaplikasikan produk pelindung matahari secara tidak merata pun dapat mengurangi efektivitasnya. Jadi, berapapun tingkat SPF dari produk yang digunakan, maka gunakanlah ulang secara merata, baik setelah waktunya habis ataupun setelah selesai berenang atau berkeringat.

Baca Juga : Obat Herbal Psoriasis

2. Pada Kondisi Cuaca Dingin Tidak Perlu Tabir Surya

Meskipun kondisi cuaca sedang berawan tanpa terik matahari, namun radiasi sinar ultraviolet tetap saja masih mencapai permukaan bumi. Jadi, sebaiknya tetap menggunakan tabir surya setiap hari walaupun kondisi cuaca sedang berawan tanpa terik matahari. Gunakan kembali tabir surya setiap dua jam sekali, setelah berenang, atau berkeringat. Tetap gunakan juga tabir surya walau anda menggunakan make-up dengan SPF.

3. Hati-Hati Dengan Facial

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ternyata facial menjadi penyebab munculnya jerawat pada 80% orang yang menjadi partisipan dalam penelitian tersebut. Bahkan menurut keterangan beberapa ahli, facial juga tidak memberikan manfaat jangka panjang terhadap kesehatan kulit. Sebuah penelitian yang cukup mengetjutkan tersebut terjadi di India.

4. Produk Perawatan Kulit Yang Bagus Adalah Yang Mahal Harganya

Harga memang sering menjadi tolak ukur dalam penilaian kualitas produk, termasuk produk perawatan kulit. Bahkan ada istilah yang berbunyi “Harga Tidak Akan Bohong” seolah menjadi dalil yang kuat untuk membenarkan anggapan tersebut. Namun sebenarnya hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena harga sama sekali tidak menentukan efektivitas dari sebuah produk perawatan kulit. Yang terpenting dari produk perawatan kulit tentunya adalah kandungan dari produk tersebut. Bahan aktif pada produk perawatan kulit seperti krim antipenuaan yang harganya jutaan rupiah dengan yang ratusan ribu rupiah ternyata memiliki kandungan yang sama. Bahkan produk yang ada di toko biasa belum kulitasnya lebih rendah dibandingkan dengan produk yang dijual di mall besar bergengsi.

Baca Juga : Kulit Tangan Mengelupas, Penyebab dan Cara Mengatasinya

5. Lebih Baik Menggunakan Banyak Produk

Dengan menggunakan banyak produk perawatan tidak berarti baik untuk kulit. Karena, terlalu banyak menggunakan produk perawatan kulit justru akan meningkatkan resiko terkena iritasi pada kulit. Oleh karenanya, sebaiknya jangan pernah berlebihan dalam menggunakan sebuah produk perawatan kulit. Menggunakan satu buah saja produk perawatan kulit lebih baik, terutama produk yang dipilih adalah yang sesuai dengan jenis kulit yang dimiliki.

6. Produk Perawatan Kulit Lebih Penting dari Makanan Sehat

Pola makan yang sehat serta asupan gizi yang seimbang akan mampu menjaga kesehatan kulit, seiring dengan bertambahnya usia. Dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi akan membantu membuat kulit terlihat awet muda dan sehat. Menurut seorang dokter ahli kulit, pola makan yang tidak sehat bisa membuat kulit jadi pucat dan pecah-pecah, rambut jadi rontok, serta berbagai gangguan kesehatan lain. Dan selain itu, jangan sampai berlebihan dalam mengkonsumsi makanan. Karena itu bisa membuat kulit menjadi lebih gelap, yang mana itu merupakan tanda-tanda kondisi pradiabetes.

Baca Juga : Obat Herbal Psoriasis

One thought on “Menggali Lebih Dalam Seputar Mitos Kesehatan Kulit”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *