Penyebab Terjadinya Penuaan Pada Kulit

Penyebab Terjadinya Penuaan Pada Kulit

Penyebab Terjadinya Penuaan Pada Kulit

Tidak terasa tahun 2017 sudah memasuki bulan ke-3 lagi. Waktu terus berjalan, usia semakin bertambah tua, yang mana seiring dengan bertambahnya usia, maka kondisi kulit pun akan mengalami perubahan dan mulai mengalami penuaan. Faktor genetik serta gaya hidup yang berbeda-beda membuat masing-masing orang juga mengalami penuaan kulit yang berbeda-beda pula.

Baca : Obat Herbal Psoriasis

Pada usia kisaran 20 tahun hingga 30 tahun, tanda penuaan pada kulit wajah akan mulai bermunculan. Kerutan di sekitar mata, lipatan antara alis, adanya bintik-bintik pada wajah, perubahan warna kulit, serta kulit yang tampak kering dan terlihat lebih kusam. Pada saat masalah tersebut muncul, mayoritas wanita pasti akan mencari produk anti-aging, atau bahkan mungkin akan melakukan suntik botox agar masalah-masalah tersebut bisa teratasi.

Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan penuaan pada kulit??

Ada dua faktor yang sebenarnya menjadi penyebab penuaan pada kulit. Yaitu faktor ekstrinsik dan juga faktor instrinsik.

Faktor ekstrinsik yang menyebabkan penuaan pada kulit ini disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti buruknya asupan nutrisi terhadap tubuh, terlalu sering terkena paparan sinar matahari, akibat polusi udara, merokok, atau akibat sering mengkonsumsi minuman beralkohol berlebihan. Sementara untuk faktor instrinsiknya, disebabkan oleh faktor genetik dan hormon seseorang, atau proses metabolism di dalam tubuhnya.

Sementara faktor lainnya yang juga menjadi pemicu terjadinya penuaan pada kulit adalah posisi tidur yang salah, gerakan wajah, serta adanya gaya gravitasi.

Masalah penuaan pada kulit ini menjadi salah satu masalah yang sangat serius di mata banyak orang, terutama pada wanita yang sangat memperhatikan betul akan penampilannya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang berusaha keras untuk mengatasi masalah penuaan pada kulit ini. Tidak heran memang, karena kebanyakan dari mereka selalu ingin tampil sempurna dan selalu terlihat cantik dan sehat.

Baca Juga : Bunda, Berhati-Hatilah Memandikan Bayi Baru Lahir

Tanda-tanda penuaan pada kulit akan bergantung pada apa yang menjadi penyebabnya. Jika penuaan kulit disebabkan oleh faktor intrinsik, maka tanda-tanda pada umumnya yang terlihat adalah berupa kulit yang menipis dan rapuh, hilangnya Natural Moisturizing Factor (NMF), hilangnya jaringan kolagen dan elastin pada kulit yang membuat kulit jadi mengendur, kulit terasa kering dan kasar, serta kulit jadi lebih rentan mengalami lesi seperti tumor jinak.

Sementara itu, jika penuaan pada kulit disebabkan oleh faktor ekstrinsik, maka pada umumnya tanda-tanda yang akan muncul adalah terlihat adanya penebalan kulit, warna kulit yang terlihat berbeda atau mengalami perubahan, adanya kerutan yang dalam, serta kulit yang kering dan juga kasar.

Apa benar ada istilah kulit dehidrasi??

Kulit dehidrasi adalah kulit yang menjadi kering. Jadi, ketika kulit mengalami masalah penuaan, baik itu karena disebabkan oleh faktor ekstrinsik maupun karena faktor instrinsik, sama-sama akan membuat kulit menjadi kering atau disebut dehidrasi kulit. Seiring dengan usia yang terus bertambah, maka kulit seseorang juga cenderung akan menjadi lebih kering alias mengalami dehidrasi kulit. Kondisi tersebut berkaitan dengan jumlah NMF sebagai pelembap alami yang ada pada kulit. Jumlah NMF akan turut berkurang seiring bertambahnya usia. Padahal, NMF berfungsi untuk mengikat air dan mempertahankan hidrasi kulit supaya tidak mengalami kekeringan dan tidak kekurangan cairan.

Baca : Obat Herbal Psoriasis

Nah, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi dehidrasi pada kulit dari dalam tubuh adalah dengan mempertahankan jumlah NMF supaya tidak berkurang. Dan salah satu komponen pada NMF adalah elektrolit, yang memiliki peranan sangat vital dalam menjaga kelembapan kulit, antara lain fosfat, kalsium, magnesium, kalium, serta jenis elektrolit lainnya, yang menyusun sekitar 32% NMF.

Dalam sebuah penelitian bahkan menunjukkan bahwa adanya hubungan antara kulit kering pada pasien dermatitis atopik dengan penurunan jumlah elektrolit pada NMF. Nah, maka dari itu, sangat penting bagi kita untuk senantiasa memperhatikan asupan cairan elektrolit untuk tubuh. Dengan mengkonsumsi minuman yang mengandung elektrolit, maka dapat membantu produksi dari NMF untuk melindungi kulit anda tetap lembap.

Baca Juga : Beginilah Struktur Lapisan Anatomi Pada Kulit Manusia

Bunda, Berhati-Hatilah Memandikan Bayi Baru Lahir

Bunda, Berhati-Hatilah Memandikan Bayi Baru Lahir

Bunda, Berhati-Hatilah Memandikan Bayi Baru Lahir

Terasa lengkap rasanya ketika dalam sebuah ikatan rumah tangga dikaruniai oleh seorang anak. Apalagi ketika masih bayi yang baru lahir, kebahagian tersebut biasanya akan terasa sangat besar sekali. Namun, yang perlu diperhatikan adalah dalam merawat bayi baru lahir, terutama dalam hal memandikannya. Bunda tidak bisa asal-asalan memandikan bayi baru lahir. Ada beberapa pedoman untuk bunda dalam memandikan bayi baru lahir. Simaklah ulasan selengkapnya berikut ini !

Baca : Obat Herbal Psoriasis

Memandikan bayi yang baru lahir merupakan momen yang cukup krusial. Pasalnya, di usia yang sangat kecil kisaran 0-3 bulan, kulit bayi yang baru lahir masih sangat rentan terkena iritasi dan pengelupasan, sehingga dbutuhkan perlakuan yang khusus, terutama saat memandikannya. Hal tersebut bahkan tak jarang membuat sebagian bunda sengaja tidak memandikan bayinya selama beberapa hari, dikarenakan alasan belum waktunya dimandikan. Padahal sebenarnya, menurut para dokter, bayi yang baru lahir sudah bisa dimandikan sejak mereka dibawa pulang dari rumah sakit.

Selain membiarkannya tidak dimandikan, bunda juga sering kebingungan mengenai temperatur yang tepat untuk bayi yang baru lahir. Air yang bagus dan tepat untuk digunakan memandikan bayi baru lahir adalah air hangat kuku, yaitu tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu dingin. Biasanya, suhu air yang dianggap aman berkisar antara 37-38 derajat Celsius. Jika tidak ada thermometer untuk menguruk suhu airnya, sebaiknya gunakan saja siku daripada telapak tangan untuk mengukurnya.

Hal yang juga perlu diperhatikan ketika memandikan bayi baru lahir adalah mencegahnya menelan air mandi. Sebab, jika hal itu terjadi, maka si kecil kemungkinan akan mengalami gastroenteritis atau diare, karena mereka masih sangat rentan terhadap bakteri dan juga virus. Dan untuk mencegah hal tersebut, sebaiknya celupkan si kecil ke dalam bak air dengan perlahan-lahan.

Sementara itu, idealnya memandikan bayi baru lahir adalah 2-3 kali dalam seminggu. Bunda juga bisa memandikannya tiap hari, apalagi jika si kecil selalu menikmati saat-saat tersebut. Namun yang perlu diingat adalah bunda juga harus memperhatikan kualitas air yang digunakannya. Sebab, kualitas air yang digunakan untuk memandikan si kecil juga akan mempengaruhi kesehatan kulit mereka.

Baca Juga : Beginilah Struktur Lapisan Anatomi Pada Kulit Manusia

Tidak Perlu Terlalu Khawatir Memandikan Bayi Baru Lahir

Salah satu hal yang membuat bunda khawatir dalam memandikan si kecil adalah adanya beberaka kondisi khusus pada bayi, seperti :

Belum Putus Tali Pusar

Ketika bayi baru lahir belum putus tali pusarnya, hal ini menjadi satu kekhawatiran bagi bunda saat ingin memandikannya. Namun bunda sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir. Cara memandikan si kecil yang belum putus tali pusarnya yang aman adalah dengan menggunakan spons atau bisa juga handuk kecil yang dibasahi dengan air hangat. Usapkan dengan perlahan-lahan ke seluruh bagian tubuh si kecil secara merata. Berikan perhatian lebih pada daerah lipatan kulit, seperti sekitar leher, bawah lengan, belakang telinga, dan juga area kemaluan/alat kelamin.

Dan ingat, tali pusar harus selalu terjaga kekeringan dan kesterilannya. Cukup dibersihkan dan keringkan dengan handuk yang lembut, atau dengan mengipasnya menggunakan secarik kertas. Saat memakaikan popok, posisikan si kecil supaya tidak memutus tali pusar. Biarkanlah tali pusar tersebut jatuh dengan sendirinya. Biasanya tali pusar akan putus dengan sendirinya setelah 1-3 minggu.

Ada beberapa ciri-ciri yang menunjukkan infeksi pada tali pusar, dan sebaiknya bunda perhatikan serius. Ciri-ciri tersebut berupa bengkak, kemerahan, si kecil nangis ketika tali pusarnya ditekan, bernanah dan berbau tidak biasa, serta diikuti demam pada si kecil. Jika hal-hal tersebut terjadi, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter untuk diperiksa.

Kepala Masih Lunak

Kondisi lainnya yang juga sering membuat bunda merasa khawatir saat akan memandikan si kecil adalah karena kepala si kecil masih lunak. Padahal, untuk memandikan si kecil dengan kondisi ini sebenarnya tidak terlalu rumit. Bunda cukup mengusapnya secara perlahan-lahan saja dengan menggunakan sampo yang diformulasikan khusus untuk bayi, begitu pun dengan sabun.

Baca : Obat Herbal Psoriasis

Menderita Cacar Air

Cacar air memang bisa saja terjadi pada bayi yang baru lahir. Dan meskipun sedang mengalami cacar air, bunda juga tetap harus memandikan si kecil, supaya kebersihan tubuhnya tetap terjaga dan si kecil pun akan merasa nyaman dengan kondisi tubuhnya.

Cara memandikan si kecil yang sedang menderita cacar air juga perlu diperhatikan, yakni harus dengan hati-hati dilakukannya. Hal itu bertujuan supaya cacar air tersebut tidak pecah. Pasalnya, jika cacar air tersebut pecah, maka biasanya akan meninggalkan bekas luka pada tubuh si kecil nantinya.

Mengalami Flu dan Demam

Saat masih kecil, sistem kekebalan tubuh masih sangat lemah, sehingga si kecil pun sangat mudah untuk terserang penyakit, salah satunya adalah flu dan demam. Dan meskipun sedang pilek, si kecil juga tetap boleh dimandikan, dengan tidak lupa juga untuk menggunakan air yang tidak terlalu dingin.

Ketika si kecil sedang mengalami demam pun, hingga 40 derajat Celcius, bunda tetap bisa memandikan si kecil dengan cara dilap memakai spons yang dibasahi air hangat. Mandi air hangat juga dilakukan supaya suhu hangat air bisa menurunkan demam pada si kecil.

Takut Mandi

Si kecil sering kali ketakutan saat bunda akan memandikannya. Hal itu memang sudah biasa terjadi, meskipun memang belum bisa dijelaskan kenapa alasannya. Namun bunda tidak perlu khawatir, karena hal tersebut biasanya akan berakhir seiring dengan bertambahnya usia si kecil. Dan untuk mengatasinya, bunda bisa mencoba memandikan si kecil sekalian dengan bunda sendiri. Atau cara lainnya yang bisa bunda coba adalah dengan membawa mainan sambil mandi, memijat si kecil saat mandi, berganti bak mandi, atau mengubah cara mandi agar menyenangkan.

Terlalu Pagi atau Malam

Banyak bunda yang menganggap kalau mandi terlalu pagi atau terlalu malam bisa mengundang penyakit pneumonia dan penyakit asma. Namun sebenarnya, hal tersebut tidak ada kaitannya sama sekali. Dan yang menyebabkan penyakit pneumonia sebenarnya adalah infeksi yang disebabkan mikroorganisme seperti bakteri, jamur dan virus. Sementara penyakit asma penyebabnya adalah reaksi sistem imun yang berlebihan terhadap berbagai iritan.

Baca Juga : Perawatan Yang Tepat Untuk Kulit Kering

Beginilah Struktur Lapisan Anatomi Pada Kulit Manusia

Beginilah Struktur Lapisan Anatomi Pada Kulit Manusia

Beginilah Struktur Lapisan Anatomi Pada Kulit Manusia

Seperti yang telah disampaikan pada artikel sebelumnya, kulit merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia. Kulit melapisi seluruh tubuh menusia, dan kulit juga merupakan organ terluar tubuh pada manusia.

Baca : Obat Herbal Psoriasis

Berat kulit diperkirakan sekitar 7% dari berat total tubuh seseorang. Pada permukaan luar kulit terdapat rongga yang disebut pori-pori. Rongga ini menjadi tempat keluarnya keringat. Peranan kulit sangatlah penting pada tubuh manusia. Sebagai pelindung dari berbagai hal yang membahayakan, sebagai salah satu organ yang berperan dalam eksresi, sebagai alat indera peraba, sebagai pengatur suhu tubuh, dan masih banyak fungsi lainnya.

Perlu anda sadari, kulit merupakan organ yang dinamis, yang secara terus menerus akan mengalami perubahan selama seseorang itu hidup. Lapisan yang terdapat pada bagian dalam nantinya akan menggantikan lapisan luar yang habis tanpa disadari. Kulit masing-masing orang memiliki ketebalan yang berbeda-beda. Karena hal itu tergantung pada jenis kelamin, usia, dan juga faktor-faktor yang lainnya. Pada pria, kulit mereka lebih tebal dibandingkan dengan kulit wanita. Sementara kulit anak-anak lebih tipis dibandingkan kulit pada orang dewasa.

Sementara berikut ini adalah struktur lapisan anatomi kulit manusia yang harus anda ketahui, yaitu diantaranya adalah :

1. Epidermis

Epidermis merupakan kulit ari, yaitu lapisan terluar kulit yang sangat tipis, yang memiliki fungsi untuk melindungi tubuh dari beragam zat kimia berbahaya yang terdapat di luar tubuh, melindungi tubuh dari sinar ultraviolet yang berasal dari sinar matahari, serta melindungi tubuh dari bakteri. Lapisan epidermis ini juga terdiri dari beberapa lapisan, diantaranya :

  • Lapisan tanduk (Stratum Corneum). Lapisan ini merupakan lapisan kulit yang paling luar. Dari lapisan ini yang paling tebal terletak pada telapak kaki dan paling tipis terletak pada pelupuk mata, pipi dan dahi. Baca Juga : Perawatan Yang Tepat Untuk Kulit Kering
  • Daerah rintangan (Stratum Lucidum). Lapisan ini menunjukkan berbagai daerah sawar. Lapisan ini hanya terlihat pada telapak tangan dan telapak kaki.
  • Lapisan seperti butir (Stratum Granulosum). Lapisan ini berperan aktif dalam proses keratinisasi, hanya saja mekanismenya belum diketahui jelas.
  • Lapisan sel duri (Stratum Spinosum). Lapisan yang satu ini disebut juga stratum Malpighi, yang terdiri atas beberapa lapis sel yang berbentuk poligonal, yang besarnya beragam karena adanya proses mitosis.
  • Lapisan sel basal (Stratum Germinativum). Lapisan ini merupakan lapisan epidermis paling bawah. Pada lapisan ini terdapat sel-sel yang membelah diri dan membentuk sel kulit baru yang selanjutnya akan bergeser ke lapisan lebih atas, sehingga suatu waktu akan menjadi lapisan tanduk.

Pada lapisan epidermis tidak terdapat pembuluh darah. Nutrisi serta pembuangan diperoleh dari lapisan dermis, yang diperoleh melalui saluran khusus yang membatasi epidermis dan dermis.

2. Dermis

Dermis menjadi lapisan berikutnya dibawah lapisan epidermis. Lapisan dermis ini merupakan anyaman serabut kolagen dan elastin yang memiliki peranan tanggung jawab terhadap sifat-sifat penting kulit. Ketebalan lapisan dermis mencapai 3-5 mm. Dan lapisan dermis ini mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe, kelenjar keringat, kelenjar lemak (sebasea), gelembung rambut, otot dan serabut saraf.

Baca : Obat Herbal Psoriasis

Sebagai bagian dari struktur lapisan anatomi kulit, lapisan dermis memiliki fungsi utama mendukung lapisan epidermis dengan struktur yang lebih kompleks. Struktur tersebut antara lain meliputi pembuluh darah kapiler, serat retikular, serat elastis, serta serat kolagen. Selain itu, lapisan dermis mengandung pembuluh darah yang lebih besar bersama dengan ujung saraf, fibroblas, sistem limfatik, mastosit, dan lainnya. Lapisan dermis ini berperan penting terhadap elastisitas/kelenturan kulit dan mempertahankan kondisi kulit tetap prima.

3. Hipodermis

Hipodermis menjadi lapisan selanjutnya yang berada di bawah lapisan dermis. Lapisan ini memiliki fungsi melekatkan kulit dengan otot atau tulang, serta menyuplai pembuluh darah dan saraf. Lapisan hipodermis sendiri sebenarnya bukan lagi bagian dari lapisan kulit. Karena pada lapisan ini terdapat banyak lemak yang akan menjadi bantalan dan isolasi panas tubuh.

Seperti itulah struktur lapisan anatomi kulit manusia. Lapisan-lapisan tersebut memiliki fungsi dan juga peranan masing-masing yang sangat penting dan akan menunjang kelangsungan hidup seseorang juga. Untuk menjaga kulit tetap sehat, diperlukan asupan nutrisi yang baik untuk kulit, melalui makanan yang dikonsumsi, serta dengan rajin berolahraga, menjalani pola hidup sehat, dan juga menghindari makanan atau minuman yang tidak baik untuk kesehatan.

Baca Juga : Memiliki Kulit Kusam? Beginilah Cara Mengatasinya!

Perawatan Yang Tepat Untuk Kulit Kering

Perawatan Yang Tepat Untuk Kulit Kering

Perawatan Yang Tepat Untuk Kulit Kering

Kulit anda kering?? Khawatir penampilan anda tidak maksimal dengan tampilan kulit kering?? Jangan panik, karena ada perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi kulit kering. Simaklah tips-tipsnya berikut ini !

Baca : Obat Herbal Psoriasis

Kulit kering sering kali menampakkan retak-retak pada kulit. Hal itu jelas sangat mengganggu sekali terhadap penampilan anda, dan itu juga akan membuat kepercayaan diri jadi berkurang bahkan bisa sampai hilang sama sekali. Apalagi jika kulit kering muncul disertai gatal-gatal, kemerahan, dan kasar pada permukaan kulit. Komplit sudah masalah kulit yang dialami.

Apapun jenis kulitnya, perawatan jelas harus dilakukan oleh setiap orang untuk menjaga kesehatan kulit tetap terjaga dan kulit bisa menjadi nilai berharga yang membuat penampilan jadi terlihat bagus dan juga bernilai. Nah, untuk merawat kulit kering, tidak hanya sebatas tindakan perawatan kulit saja, tapi juga harus memperhatikan faktor di sekitar yang mempengaruhinya, seperti kondisi udara dan juga cara anda dalam memilih pakaian yang tepat.

Kulit kering bisa terjadi dikarenakan banyak faktor. Bisa karena cuaca, suhu yang panas, sinar matahari yang memapar, serta sabun dan detergen yang digunakan dalam mencuci pakaian. Selain itu, beberapa kondisi penyakit juga bisa mengakibatkan kulit jadi kering. Seperti penyakit eksim dan juga penyakit psoriasis. Faktor usia juga mempengaruhi. Usia tua dapat meningkatkan risiko kulit kering. Serta tinggal di lingkungan yang kering ataupun memiliki kelembapan yang rendah juga akan membuat kulit kering.

Dan berikut ini adalah beberapa tips perawatan untuk kulit kering yang bisa anda lakukan, antara lain :

1. Menghindari Mandi Air Panas

Mandi menggunakan air panas selalu menjadi opsi ketika cuaca tengah dingin atau ketika sedang sakit. Boleh-boleh saja sebenarnya, namun jangan terlalu sering saja. Jangan pula mandi dengan air yang terlalu panas. Sebab, air panas dapat mengurangi minyak di kulit dengan cepat. Padahal minyak tersebut merupakan pelembap alami.

Baca Juga : Memiliki Kulit Kusam? Begini Cara Mengatasinya!

Jika ingin mandi dengan air panas, sebaiknya air yang digunakan tidak terlalu panas tapi hangat. Pilihan yang lebih bijak mandi dengan air hangat. Namun meski begitu, jangan terlalu lama juga ketika mandi menggunakan air hangat, karena itu juga tidak baik. Batas waktu yang normal ketika mandi dengan air hangat adalah sekitar 5 sampai 10 menit saja. Setelah selesai mandi, keringkan badan dengan menepuk-nepukkan handuk dan jangan sampai kulit terlalu kering. Setelah itu, coba oleskan pelembap kulit pada seluruh tubuh.

2. Menggunakan Pembersih Bebas Aroma

Jika kulit anda kering, ada baiknya anda menggunakan sabun yang bebas aroma, zat aditif, antibakteri, alkohol dan deodoran. Sabun yang lembut yang telah ditambahi dengan minyak dan lemak merupakan pilihan yang tepat. Hindari juga dalam menggunakan pembersih wajah yang mengandung bahan yang keras, supaya kulit tidak tambah kering.

3. Menggunakan Tabir Surya dan juga Pelembap

Menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 15 merupakan pilihan yang tepat untuk melindungi kulit kering dari paparan sinar matahari. Selain tabir surya, gunakan juga pelembap untuk melengkapinya. Dan dalam memilih pelembap yang tepat, sebaiknya pilih pelembab yang mengandung bahan-bahan ceramide yang tidak hanya melembapkan namun juga meredakan kulit kering, serta mengandung asam hialuronat yang akan membantu kulit dalam mempertahankan air. Kemudian kandungan petroleum jelly serta lanolin juga dapat membantu untuk mempertahankan air yang sebelumnya diserap kulit pada saat mandi.

4. Melakukan Perawatan di Malam Hari

Tidak hanya di siang hari saja, perawatan kulit juga diperlukan pada saat malam hari ketika akan tidur. Oleskan pelembap pada kulit lebih tebal daripada biasanya, sebelum tidur. Lamanya tidur malam juga akan memberikan waktu yang lebih panjang bagi pelembap untuk lebih meresap ke dalam kulit.

Baca : Obat Herbal Psoriasis

5. Lindungi Kulit dari Udara Dingin

Suhu udara yang dingin dapat membuat kelembapan kulit jadi berkurang, dan pada akhirnya membuat kulit jadi kering. Untuk itu, ketika cuaca sedang dingin, sebaiknya anda selalu menggunakan pelembap untuk kulit, serta upayakan pula tubuh anda terlindungi dari dinginnya udara, dengan mengenakan baju yang lebih tebal ketika hendak keluar rumah. Bila perlu, gunakan juga pelindung tambahan, seperti kaos tangan, kaos kaki, dan juga topi.

6. Melakukan Pengelupasan atau Eksfoliasi

Eksfoliasi atau pengelupasan pada kulit kering bertujuan untuk menganggkat dan menghilangkan kulit mati. Sehingga, pelembab yang digunakan bisa meresap dengan baik. Namun yang perlu diperhatikan juga adalah perbedaan cara pengelupasan kulit kering dengan jenis kulit lainnya.

Pengelupasan pada kulit kering harus dilakukan dengan lembut, dan juga menggunakan peralatan yang lembut, seperti dengan menggunakan kain lembut atau baking soda yang sudah diolah berbentuk pasta. Lakukan pengelupasan kulit setiap satu minggu sekali atau dua kali. Namun hindari menggunakan batu apung atau loofah, karena permukaannya terlalu kasar, dan peralatan tersebut juga sangat mungkin terdapat banyak kuman dan bakteri.

Jadi, itulah Perawatan Yang Tepat Untuk Kulit Kering. Lakukanlah perawatan terhadap kulit kering anda agar tetap sehat dan tidak membuat penampilan anda jadi berkurang, sehingga rasa percaya diri anda tetap terpupuk dan bisa menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh percaya diri.

Baca Juga : Masker Wajah Yang Bagus Untuk Kulit Kering

Memiliki Kulit Kusam? Beginilah Cara Mengatasinya!

Memiliki Kulit Kusam? Beginilah Cara Mengatasinya!

Memiliki Kulit Kusam? Beginilah Cara Mengatasinya!

Masalah kesehatan kulit selalu menjadi masalah yang serius bagi setiap orang, apalagi bagi mereka yang sangat memperhatikan penampilan. Masalah pada kulit akan mengurangi nilai penampilan seseorang, terlebih masalah yang terjadi muncul pada kulit yang secara umum mudah dilihat orang lain, seperti misalnya kulit wajah.

Baca : Obat Herbal Psoriasis

Salah satu masalah kulit yang menjadi masalah serius adalah masalah kulit kusam. Masalah ini sering kali mengganggu kepercayaan diri seseorang, terutama para wanita yang sangat memperhatikan betul akan penampilannya. Dan untuk mengatasinya pun seorang wanita biasanya akan senantiasa berusaha untuk melakukan berbagai macam cara mulai dari menggunakan beragam produk kecantikan, perawatan alami, bahkan sampai melakukan perawatan yang memerlukan biaya mahal.

Kulit kusam sebenarnya bisa saja dicegah, jika kita selalu menjaga dan merawat kesehatan kulit kita. Dan yang menyebabkan kulit kusam bisa beragam hal, mulai dari polusi udara, kurangnya asupan nutrisi, diet yang membuat berat badan turun kemudian naik secara bergantian, kulit yang lelah, dehidrasi, kurang istirahat/tidur, kurang berolahraga, merokok, stres, serta mengonsumsi minuman beralkohol.

Untuk mengatasi kulit kusam, sebenarnya tidak selalu harus dengan menggunakan produk perawatan yang mahal. Tapi cukup dengan melakukan pola hidup yang sehat, dengan menjaga kesehatan kulit agar tetap terawat. Dan berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi kulit kusam, diantaranya :

1. Mengkonsumsi Buah dan Sayur

Mengkonsumsi buah dan sayur memang memiliki manfaat yang bagus untuk kesehatan, salah satunya untuk kesehatan kulit. Mengkonsumsi buah dan sayur dapat membantu mengatasi kulit kusam, serta menjadikan kulit tampak lebih sehat.

Baca Juga : Masker Wajah Yang Bagus Untuk Kulit Kering

Buah yang bagus untuk mengatasi kulit kusam adalah yang mengandung vitamin C, karena kandungan vitamin C dapat melawan radikal bebas dalam tubuh, yang dapat merusak kolagen dan sel kulit. Begitu juga dengan mengkonsumsi sayuran seperti bayam, kandungan yang terkandungnya dapat menjaga kolagen sehingga bisa membuat kulit tampak lebih sehat.

2. Minum Cukup Air

Air merupakan elemen penting bahkan terbesar dari komposisi tubuh manusia. Hampir semua reaksi di dalam tubuh memerlukan cairan. Cairan sangat dibutuhkan tubuh supaya metabolisme berjalan dengan baik, untuk menggantikan cairan yang hilang. Begitupun untuk kulit, air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Tercukupinya air dalam tubuh akan menjaga kelembaban, kelembutan, serta elastisitas kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh. Jadi, minum cukup air akan memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Termasuk mengatasi kulit kusam.

Minum cukup air membantu tubuh supaya tidak mengalami dehidrasi. Minum cukup air juga akan mempermudah tubuh dalam membuang racun dari dalam. Sehingga, kulit yang kusam akan tampak berkurang dan akan terlihat lebih sehat. Anjuran yang tepat minum air dalam sehari adalah 6 hingga 8 gelas air, untuk mendapatkan kulit yang lebih sehat.

3. Lindungi Kulit dari Paparan Sinar Matahari

Sinar matahari memang memiliki kebaikan terhadap kesehatan, namun tidak selamanya sinar matahari akan memberikan manfaat untuk kesehatan, terutama untuk kulit. Terkena paparan sinar matahari pada waktu-waktu tertentu, serta terkena paparan sinar matahari secara berlebihan justru akan merusak kulit serta membuatnya jadi lebih kusam.

Baca : Obat Herbal Psoriasis

Selain dapat membuat kulit jadi kusam, sinar matahari juga dapat membuat warna kulit menjadi tidak merata. Oleh karena itu, sebaiknya anda menggunakan tabir surya dengan kadar SPF 30, baik itu ketika sedang beraktifitas di luar ruangan, maupun ketika berada di dalam ruangan. Hal itu bertujuan untuk mencegah bahaya dari paparan sinar matahari yang masuk melalui kaca jendela.

4. Olahraga Secara Teratur

Salah satu pola hidup yang sehat adalah rajin berolahraga. Dengan berolahraga secara rutin dan teratur akan membantu membuat kulit tampak cerah, mengurangi kerutan, serta bebas dari kusam. Hal itu lantaran ketika berolahraga seperti aerobik, jantung akan memompa darah dengan kadar oksigen yang cukup untuk kulit. Selain itu, dengan berolahraga juga akan menurunkan kadar hormon kortisol dalam tubuh yang bisa merusak kolagen pada kulit.

5. Menghindari Merokok

Merokok memang tidak baik untuk kesehatan, termasuk untuk kesehatan kulit. Merokok memengaruhi tampilan kulit. Menyebabkan kulit kusam, kering, kasar dan dapat membuat kulit lebih cepat menua.

Beberapa tips di atas tersebutlah yang bisa anda lakukan untuk mengatasi kulit yang kusam. Jadi, untuk anda yang memiliki kulit yang kusam, beberapa tips di atas bisa anda aplikasikan sebagai solusi untuk mengatasi kulit kusam.

Baca Juga : Bunda, Beginilah Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Masker Wajah Yang Bagus Untuk Kulit Kering

Masker Wajah Yang Bagus Untuk Kulit Kering

Masker Wajah Yang Bagus Untuk Kulit Kering

Kulit kering merupakan salah satu jenis kulit, di mana jenis kulit ini adalah sebuah kondisi kulit terdapat kekurangan cairan di lapisan terluar kulit. Dalam dunia medis, kulit kering disebut dengan istilah xerosis atau xeroderma. Kulit kering bisa dialami oleh siapa saja, namun orang-orang lanjut usia lebih rentan mengalami kondisi ini.

Baca : Obat Herbal Psoriasis

Selain kulit kering, jenis kulit manusia ada kulit normal, kulit berminyak dan kulit sensitif. Setiap jenis kulit tersebut memiliki cara perawatan yang berbeda-beda, begitu juga dengan perawatan kulit kering. Dan untuk melakukan perawatan terhadap kulit, tidak harus selalu dengan menggunakan produk yang harganya mahal saja, karena dengan membuat produk sendiri dari bahan alami saja sudah cukup dan bisa memberikan perawatan terhadap kulit. Dan salah satu perawatan yang bisa anda buat dengan memanfaatkan bahan alami adalah masker wajah.

Ya, masker wajah yang terbuat dari bahan alami bisa anda manfaatkan untuk membantu melembapkan kulit anda yang kering. Dan beberapa masker alami berikut ini bisa anda buat sendiri dengan bahan alami yang tidak sulit didapatkan. Namun dalam pengaplikasiannya, masker wajah alami ini tetap harus di tes terlebih dahulu apakah cocok dengan kulit anda atau alergi. Karena walaupun terbuat dari bahan alami, tetap saja masker alami bisa menimbulkan alergi, kalau tidak cocok dengan kulit anda.

Dan berikut inilah beberapa bahan alami yang bisa dimanfaatkan oleh anda sebagai masker wajah alami untuk membantu melembapkan kulit wajah yang kering, diantaranya adalah :

1. Alpukat

Alpukat memang merupakan salah satu bahan alami yang memiliki manfaat yang bagus untuk kesehatan kulit. Beberapa produk perawat kulit bahkan menggunakan alpukat sebagai bahan dasar pembuatannya. Banyak kandungan yang terdapat pada buah alpukat, yang mana kandungan-kandungan tersebut sangat bagus untuk kulit kering. Salah satunya adalah asam lemak poli tak jenuh tunggal sehat. Lemak tak jenuh tunggal ini bermanfaat untuk menjaga lapisan atas kulit menjadi lembab, sehingga menjadi lembut dan tampak sehat. Dengan manfaat tersebut, maka sangat bagus sekali menggunakan alpukat sebagai bahan masker wajah alami untuk kulit kering.

Baca Juga : Bunda, Beginilah Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Cara pembuatan masker wajah alami dari alpukat adalah, potong alpukat menjadi dua, kemudian ambil daging alpukat dari setengah porsi alpukat yang telah dibelah dua. Haluskan alpukat dengan campuran satu sendok teh minyak zaitun. Jika kulit yang anda miliki sangat kering, maka anda bisa menambahkan madu untuk melengkapinya.

Oleskan masker wajah alami alpukat tersebut dengan merata sampai ke seluruh wajah. Diamkan masker tersebut sekitar 15 hingga 20 menit, kemudian bilas hingga bersih. Dan untuk membuat kulit kering anda lebih lembap, anda juga bisa melengkapinya dengan menggunakan pelembap yang biasa dipakai setelah menggunakan masker alpukat tersebut.

2. Madu dan Minyak Zaitun

Madu memang merupakan minuman yang banyak manfaatnya. Selain untuk kesehatan tubuh, madu juga bagus untuk kesehatan kulit. Bahkan sudah banyak produk-produk perawatan kulit yang terdapat madu sebagai bahan dasar pembuatannya. Anda pun juga bisa membuat produk perawatan kulit berupa masker wajah dengan memanfaatkan madu.

Penggunaan madu sebagai masker wajah alami bisa anda manfaatkan secara langsung hanya dengan mengoleskan madu saja ke wajah selama beberapa menit. Kemudian setelah itu bilas dengan air hangat.

Dan selain itu, anda juga bisa mengkombinasikan madu dengan minyak zaitun. Salah satu jenis terbaik yang bagus adalah extra virgin olive oil. Cara meraciknya adalah dengan mencampurkan satu sendok teh madu dengan satu sendok teh minyak zaitun, serta dua sendok teh cuka apel. Aduk campuran tersebut, kemudian oleskan sebagai masker ke seluruh wajah. Diamkan masker alami tersebut sekitar 10 sampai 15 menit, setelah itu basuh dengan air hangat. Kemudian untuk mengeringkan wajahnya, cukup dengan menepuk-nepuk wajah dengan handuk yang bersih sampai kering. Jangan digosokkan dengan handuk.

Baca : Obat Herbal Psoriasis

3. Oatmeal

Selain alpukat, madu dan minyak zaitun. Bahan lain yang bisa anda manfaatkan untuk membuat masker wajah alami adalah oatmeal. Karena oatmeal memang memiliki manfaat yang sangat baik untuk kulit, terutama untuk jenis kulit kering dan juga kulit sensitif.

Cara membuat masker wajah alami berbahan oatmeal adalah : buat adonan dengan mencampurkan oatmeal dengan sidikit air, kemudian aduk hingga menjadi seperti bubur. Selanjutnya, oleskan adonan oatmeal tersebut pada wajah yang sudah dibersihkan, sambil melakukan pijatan lembut dengan gerakan melingkar. Kemudian biarkan masker wajah tersebut selama kurang lebih 15 menit, lalu bersihkan wajah dengan air hangat, dan akhiri dengan membasuh wajah kembali, dengan menggunakan air dingin, agar pori-pori kembali kencang.

Lakukan perawatan masker wajah oatmeal ini paling tidak satu kali dalam satu minggu, dan rasakan khasiatnya pada wajah anda.

Selain sebagai masker wajah, anda juga bisa memanfaatkan oatmeal ini sebagai bahan untuk berendam guna melembapkan kulit kering pada bagian tubuh lainnya. Caranya yaitu dengan menambahkan satu cangkir oatmeal pada air mandi hangat.

4. Flax Seeds

Flax seeds adalah biji dari bunga flax (Linium Usitatissinum), yang tumbuh subur di Amerika dan Kanada. Bentuk dari flax seeds ini mirip dengan biji wijen, namun warnanya ada yang coklat tua dan ada juga yang keemasan. Di mana flax seeds yang berwarna keemasan jauh lebih baik daripada yang berwarna coklat, karena kandungan khasiatnya 20 sampai 25% lebih tinggi. Flax seeds mengandung asam lemak omega yang berlimpah.

Cara membuat masker dari flax seeds ini adalah dengan mencampurkan 2 sendok teh flax seeds dan tambahan air secukupnya, hinga menutupi semua flax seeds. Biji-bijian flax seeds akan mengembang dan kemudian air di sekitarnya akan mengental. Nah, ari yang kental tersebutlah yang dimanfaatkan sebagai masker wajah alami, dengan mengoleskannya ke seluruh wajah. Diamkan hingga mengering, lalu bilas dengan air, kemudian saat mengeringkannya jangan dengan menggosokkan handuk, namun dengan menepuk-nepukan handuk ke wajah sampai wajah kering.

Jadi, itulah beberapa bahan alami yang bisa dimanfaatkan sebagai Masker Wajah Yang Bagus Untuk Kulit Kering. Anda bisa membuatnya sendiri di rumah dengan modal yang relatif murah dan mudah dibuat. Jadi, untuk melakukan perawatan terhadap kulit, tidak perlu dengan produk yang mahal, cukup dengan memanfaatkan bahan alami saja juga bisa.

Baca Juga : Cara Aman Mengecilkan Pori-Pori Kulit

Bunda, Beginilah Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Bunda, Beginilah Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Bunda, Beginilah Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Merawat kulit merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan, karena kulit merupakan salah satu organ penting pada tubuh manusia. Kulit memiliki fungsi untuk melindungi seluruh bagian tubuh serta juga memiliki fungsi sebagai indera peraba.

Baca : Obat Herbal Psoriasis

Pada bayi yang baru lahir, ada hal yang sangat perlu diperhatikan dalam merawat kulit. Sebab, kulit bayi yang baru lahir berbeda dengan kulit orang dewasa, bisa dibilang kulit bayi yang baru lahir itu masih sensitif dan sangat rentan terkena iritasi. Oleh karenanya, dalam merawat kulit bayi yang baru lahir sangatlah perlu untuk memperhatikannya dengan baik dan benar.

Ketika baru lahir, kondisi kulit mereka masih sangat halus dan lembut. Selain itu, sistem kekebalan tubuh mereka pun masih belum cukup kuat. Hal tersebut membuat kulit bayi yang baru lahir belum dapat bebas dan sembarang bersentuhan dengan bahan kimia apapun. Begitu juga terhadap produk-produk perawatan kulit bayi, wewangian, deterjen, pewarna pakaian, bahkan dengan air untuk mandi sekalipun. Sebab, kulit bayi beresiko kering, lecet, teriritasi, atau muncul ruam, jika tidak hati-hati ketika bunda mengaplikasikan senyawa kimia tersebut pada kulit bayi.

Oleh karena itu, ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh bunda untuk menjaga supaya kulit bayi yang baru lahir sehat dan terbebas dari masalah. Diantaranya :

1. Jangan Terlalu Sering Memandikannya

Pada saat baru lahir atau masih berusia beberapa hari atau bahkan beberapa minggu, tubuh bayi sebenarnya bisa dibilang tidak terlalu kotor, sehingga bunda tidak perlu terlalu sering memandikan bayinya. Sebab, jika bayi terlalu sering bersentuhan dengan air, bahkan lebih dari tiga kali dalam satu minggu, maka itu bisa mengikis kadar minyak alami yang ada pada tubuh bayi. Padahal, minyak tersebut sangat penting bagi bayi untuk menjaga kulitnya supaya kering.

Baca Juga : Cara Aman Mengecilkan Pori-Pori Kulit

Selama usia bayi masih satu bulan atau bahkan lebih, bunda sebenarnya cukup untuk membersihkan tubuh bayi hanya dengan mengelapnya menggunakan handuk basah saja, sebanyak 2-3 kali dalam satu minggu. Dan khusus untuk daerah mulut dan kelamin, bunda bisa membersihkannya dengan sedikit air atau ditambah dengan sabun.

Bunda juga sangat dianjurkan untuk menjauhkan kulit bayi dari sabun batangan dan juga mandi busa. Bunda juga dianjurkan untuk memilih sabun cair yang mild untuk menjaga kelembapan kulit bayi. Sabun cair tersebut juga cocok untuk bayi karena tidak pedih di mata.

2. Lindungi Kulit Bayi dari Sengatan Matahari

Selama usia bayi masih di bawah 6 bulan, bunda disarankan untuk tidak membiarkan kulit bayi terkena sinar matahari secara langsung, terutama pada pukul 10 pagi hingga pukul 4 sore. Jika bunda ingin membawa bayi terkena paparan sinar matahari, maka sebaiknya oleskan tabir surya yang khusus untuk bayi, dioleskan ke kulitnya yang tidak tertutupi pakaian. Dan sebaiknya bunda memilih tabir surya SPF 15 yang memiliki kandungan titanium dioxide atau zinc oxide. Oleskan tabir surya tersebut setiap dua jam sekali atau setiap kali bayi mulai berkeringat.

3. Rawatlah Kulit Kepalanya

Bayi baru lahir biasanya memiliki kulit kepala yang terlihat kering dan mengelupas seperti ketombe. Atau bahkan kulit kepala bayi juga sering dipenuhi oleh sisik berwarna kekuningan atau bercak kulit yang mengeras, tebal, dan juga disertai minyak. Kondisi tersebut sebenarnya tidak berbahaya dan biasanya juga akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa bulan. Selain itu, bunda juga bisa mengikis kondisi tersebut dari kepalanya. Caranya adalah dengan mencuci rambut bayi dengan sampo khusus bayi yang lembut. Pijat lembut kepalanya untuk membantu merontokkan sisik tersebut. Kemudian, sisir bayi untuk menghilangkan sisik tersebut. Setelah itu, bunda bisa membilasnya dengan air bersih.

Baca : Obat Herbal Psoriasis

4. Lembapkan Kulitnya

Bunda juga disarankan untuk mengoleskan pelembap yang tidak mengandung wewangian pada bayi setelah dimandikan. Hal itu untuk mencegah kulit bayi supaya tidak kering. Produk pelembap yang tepat dipilih adalah jenis krim, dan tidak disarankan menggunakan losion. Karena pelembap jenis losion bisa lebih memungkinkan untuk menyebabkan iritasi pada kulit bayi.

5. Cegah Ruam Popok

Ruam popok merupakan salah satu kondisi yang memang umum sekali terjadi pada bayi. Namun meski begitu, sebaiknya bunda bisa mencegah bayinya untuk mengidap ruam popok. Tanda yang menunjukkan bayi ruam popok adalah munculnya bercak kemerahan, bintik-bintik seperti jerawat atau luka lecet pada area kulit yang terkena popok. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, bunda disarankan untuk sering mengganti popok bayi ketika sudah kotor karena tinja atau basah karena pipis.

Dan sebelum memakaikan popok lagi pada bayi, bunda juga harus memastikan kulit bayi sudah benar-benar kering. Disarankan juga untuk menggunakan krim atau salep seperti petroleum jelly untuk dioleskan pada kulit bayi sebelum memakaikan popok. Hal itu bisa mencegah kulit bayi supaya tidak terlalu basah.

Baca Juga : Menggali Lebih Dalam Seputar Mitos Kesehatan Kulit

6. Pilih Deterjen Khusus Bayi

Seperti yang telah dikatakan di awal, kulit bayi memang cukup sensitif dan sangat rawan terkena iritasi seperti ruam. Dan salah satu cara untuk mencegahnya adalah mencuci pakaian bayi dengan deterjen khusus bayi. Bahkan pakaian seluruh anggota keluarganya pun disarankan untuk dicuci dengan deterjen khusus bayi. Karena menurut ahli kulit, ruam bisa saja muncul di kulit bayi ketika bersentuhan dengan baju siapapun yang bersentuhan dengannya.

Cuci juga selimut, sprei dan handuk dengan deterjen khusus bayi. Tapi, pisahkan antara cucian pakaian bayi dengan pakaian orang dewasa. Pilih juga deterjen yang tidak mengandung wewangian dan juga pewarna.

Jadi, begitulah tips yang bisa bunda lakukan dalam merawat kulit bayi yang memang masih rentan untuk terkena masalah kesehatan. Cukup rumit memang. Namun begitulah kenyataannya, kalau kulit bayi memang sangat rentan.

Baca : Obat Herbal Psoriasis

Cara Aman Mengecilkan Pori-Pori Kulit

Cara Aman Mengecilkan Pori-Pori Kulit

Cara Aman Mengecilkan Pori-Pori Kulit

Pori-pori adalah pembukaan kantong kelenjar atau folikel ke permukaan kulit. Pori-pori merupakan sebuah rongga kecil yang menjadi akses pernapasan bagi kulit. Dengan adanya pori-pori, kulit dapat melakukan proses metabolisme serta regenerasi dengan mudah. Pori-pori berfungsi sebagai jalan untuk keluarnya minyak serta tumbuhnya rambut.

Baca Juga : Obat Herbal Psoriasis

Pada pori-pori ada satu masalah yang kerap kali membuat risih setiap orang, yaitu masalah pori-pori besar. Ya, pori-pori yang besar memang menjadi salah satu masalah yang kerap kali dirisihkan oleh banyak orang. Dikatakan besar apabila pori-porinya berukuran lebih besar dari kantong kelenjar rambut pada umumnya. Pori-pori besar biasanya sering ditemukan pada kulit wajah, terutama pada kulit yang ada di sekitar hidung dan pipi yang juga menjadi salah satu penyebab tumbuhnya komedo dan jerawat.

Sebenarnya, pori-pori sangat diperlukan oleh kulit, yaitu untuk mengeluarkan keringat dan juga minyak yang ada pada permukaan kulit. Dalam kulit yang sehat, pori-pori kulit tidak akan begitu terlihat jelas. Berbeda dengan pori-pori tersumbat, secara kasat mata saja akan terlihat jelas tampak membesar. Pori-pori yang tampak besar tersebut biasanya akan membuat seseorang menjadi tidak percaya diri.

Nah, berikut ini ada beberapa cara yang mudah untuk mengecilkan pori-pori yang bisa anda coba, agar kulit wajah tampak lebih cantik tanpa terlihat pori-pori yang besar. Cara berikut ini sangat aman tanpa merusak kulit. Diantaranya :

1. Pembersih Alami

Cara pertama yang bisa anda lakukan untuk mengecilkan pori-pori kulit adalah dengan menggunakan pembersih makeup alami. Namun jangan lupa untuk berhati-hati dengan kandungan bahan kimia pada produk pembersih wajah, karena bahan kimia justru dapat membuat kulit semakin kering. Bahkan busa dan aroma yang ada pada pembersih wajah dapat mengakibatkan peradangan pada kulit.

Setelah menggunakan pembersih wajah, selanjutnya cuci wajah dengan menggunakan air hangat (bukan air panas). Kemudian keringkan wajah dengan menepuk-nepukkan handuk yang lembut. Jangan pernah menggosokkan handuk ke wajah, karena itu justru akan membuat kulit jadi rusak, terutama pada jenis kulit sensitif. Akhiri dengan menggunakan pelembap untuk mencegah kekeringan pada kulit wajah, serta sekaligus untuk memperkecil pori-pori kulit.

Baca Juga : Menggali Lebih Dalam Seputar Mitos Kesehatan Kulit

2. Pengelupas Kulit

Melakukan pengelupasan kulit merupakan cara lainnya yang bisa dilakukan untuk mengecilkan pori-pori yang besar. Dan exfoliant menjadi salah satu cara pengelupasan kulit yang bisa anda lakukan. Cara ini adalah dengan menggunakan scrub. Dan salah satu pengelupas alami yang bagus adalah scrub alami yang terbuat dari perpaduan teh hijau, madu, dan gula halus.

Selain dengan scrub alami, exfoliant juga dengan menggunakan produk pengelupas lain dalam bentuk krim, gel, atau pembersih kulit yang bisa didapatkan dengan mudah di toko kosmetik atau lainnya. Dan jangan lupa untuk mengikuti aturan pakai yang ada pada produk tersebut. Kemudian akhiri perawatan tersebut dengan menggunakan pelembap.

3. Masker Tanah Liat

Tanah liat juga bisa dimanfaatkan sebagai masker, dengan mengoleskannya pada wajah setelah wajah terlebih dahulu dibersihkan. Tapi sebelumnya, alangkah baiknya untuk mencoba mengoleskan dulu pada area terbatas untuk melihat reaksinya. Jika tidak ada reaksi negatif, maka bisa dilanjutkan cara tersebut dengan mengoleskan pada seluruh wajah.

Fokuskan masker tanah liat tersebut pada bagian kulit yang tampak pori-pori besar. Biarkanlah selama kurang lebih 15 menit atau selama waktu yang tertera pada kemasan produk. Kemudian cuci wajah dengan menggunakan air hangat, lalu keringkan dengan menepuk-nepukkan handuk pada wajah.

Baca Juga : Obat Herbal Psoriasis

Masker wajah ini bertujuan untuk mengecilkan pori-pori dengan cara mengangkat kotoran yang ada di pori-pori, serta untuk mengurangi peradangan pada kulit, sehingga membuat pori-pori akan terlihat lebih kecil. Selain masker tanah liat, anda juga bisa menggunakan masker alami dari yogurt yang dibuat sendiri.

4. Menyamarkan Pori-Pori dengan Riasan

Dibersihkan wajah terlebih dahulu, kemudian oleskan moisturizer untuk mencegah terjadinya iritasi dan peradangan yang akan beresiko mengakibatka pori-pori jadi terlihat besar. Lalu selanjutnya, oleskan pelembab dengan warna yang sesuai dengan warna kulit. Gunakan juga concealer untuk menyamarkan pori-pori dengan lebih sempurna. Terakhir, jangan lupa untuk membersihkan riasan tersebut di akhir hari, supaya makeup tidak beresiko menyumbat pori-pori.

Selain dengan cara di atas, anda juga bisa melakukan beberapa upaya pendukung untuk mengecilkan pori-pori kulit, diantaranya :

  • Mencuci wajah dengan air dingin setelah membilasnya dengan air hangat.
  • Mengkonsumsi cukup air minum supaya kulit tidak kering.
  • Kurangi kebiasaan dalam menggunakan penghilang komedo, karena itu justru akan membuat pori-pori jadi tampak lebih besar.
  • Hindari terlalu sering mengoleskan scrub.
  • Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30, setiap hari. Baca Juga : Bahaya Sinar Ultraviolet Terhadap Kulit dan Kesehatan
  • Terpapar sinar matahari secara berlebihan akan membuat kulit menjadi lebih kasar dan juga membuat pori-pori tampak lebih besar. Sebaiknya, kenakan topi dan kacamata hitam ketika beraktivitas di luar rumah.
  • Hati-hati dalam memilih produk perawatan kulit. Pilihlah produk dengan label noncomedogenic, yang berarti tidak menyumbat pori-pori. Selain itu, produk yang mengandung lavender atau rosemary dapat mengurangi pembesaran pori-pori. Sementara produk yang mengandung magnesium dan zinc akan membantu membersihkan pori-pori serta menjaga keseimbangan minyak pada kulit.
  • Selalu menjaga kebersihan kulit dengan rutin serta teratur membersihkannya setiap hari, karena itu bisa membantu mencegah penyumbatan pori-pori.
  • Kurangi mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti gorengan, permen, serta kue yang kadar lemaknya tinggi, karena itu dapat menyumbat pori-pori. Sebaiknya lebih banyak mengkonsumsi buah dan sayur.
  • Biasakan untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum membersihkan atau mengoleskan sesuatu pada wajah.
  • Untuk lebih cepatnya, anda bisa mengecilkan pori-pori dengan mikro dermabrasi untuk mengangkat lapisan kulit mati. Namun itu diperlukan biaya yang tidak sedikit.

Jadi, itulah beberapa Cara Aman Mengecilkan Pori-Pori Kulit yang cukup sederhana sekali dan bisa anda lakukan dengan mudah, asalkan selalu ada kemauan dan keinginan untuk melakukannya.

Baca Juga : Obat Herbal Psoriasis

Menggali Lebih Dalam Seputar Mitos Kesehatan Kulit

Menggali Lebih Dalam Seputar Mitos Kesehatan Kulit

Menggali Lebih Dalam Seputar Mitos Kesehatan Kulit

Kulit merupakan organ terluar yang melapisi seluruh bagian tubuh pada manusia. Kulit juga merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia. Berat kulit bisa mencapai 7 % dari berat tubuh keseluruhan. Pada permukaan kulit paling luar, terdapat pori-pori, yang mana rongga tersebut menjadi tempat keluarnya keringat.

Baca Juga : Obat Herbal Psoriasis

Tidak hanya menjadi organ terbesar pada tubuh manusia, kulit juga memiliki banyak fungsi fungsinya pada tubuh manusia, sebagai pelindung tubuh dari hal-hal yang bisa menimbulkan bahaya, sebagai alat peraba, sebagai salah satu bagian dari sistem ekskresi, sebagai pengatur suhu tubuh, dan masih banyak lagi fungsi lainnya. Dan secara umum kulit memiliki 3 lapisan, yaitu Epidermis, Dermis, serta Hipodermis.

Dengan pentingnya fungsi dan peranan kulit terhadap tubuh secara keseluruhan, maka sangatlah wajib untuk selalu memperhatikan kesehatan kulit dan menjaganya selalu sehat. Namun perlu diperhatikan juga, jangan sampai ceroboh dengan langsung mempercayai tips-tips seputar perawatan kesehatan kulit yang beredar tanpa sumber yang jelas dan pasti. Sebab, bisa saja itu hanya sebuah mitos saja. Karena, memang tak jarang ada banyak mitos yang beredar seputar kesehatan kulit yang belum terbukti benar atau tidaknya, seperti beberapa tips kesehatan kulit berikut ini :

1. Semakin Besar Angka SPF, Maka Kulit Semakin Terlindungi

Sinar ultraviolet terdiri dari tiga jenis, yaitu ultraviolet A, ultraviolet B dan ultraviolet C. Yang mana dua diantaranya (Sinar ultraviolet A dan Sinar ultraviolet B) sering mengenai kulit, sementara untuk sinar ultraviolet C tidak pernah sampai ke Bumi, karena sudah hilang terserap atmosfer.

Sinar ultraviolet A atau biasa disebut UVA, dapat masuk ke dalam kulit hingga kedalaman tertentu, yang mana hal tersebut dapat memicu produksi pigmen, sehingga bisa membuat kulit menjadi lebih gelap. Sementara sinar ultraviolet B atau UVB, dapat merusak DNA kulit dan mengakibatkan penuaan pada kulit, perubahan pigmen, serta kanker kulit.

Baca Juga : Bahaya Sinar Ultraviolet Terhadap Kulit dan Kesehatan

SPF pada produk pelindung matahari akan memberi tahu sebaik apa produk tersebut dalam melindungi kulit dari sengatan matahari. Dan angka SPF merupakan tolak ukur yang menentukan seberapa lama kulit dapat terlindungi di bawah sinar matahari tanpa terbakar selama memakai produk tersebut.

Jadi, jika anda hanya mampu bertahan sekitar 15 menit di bawah sinar matahari hingga kulit anda mulai terbakar sinar matahari tanpa pelindung apapun, dengan menggunakan SPF 10, maka produk tersebut akan menambah lama waktu anda hingga 10x lipat di bawah sinar matahari sebelum terbakar, yakni sekitar 150 menit alias 2,5 jam. Begitupun seterusnya dengan angka SPF seterusnya.

Namun, semakin tinggi angka SPF tidak menjadi indikasi seberapa kuat perlindungan yang akan didapat dari produk tersebut. Karena SPF10 dengan SPF15 atau bahkan SPF50 sekalipun, sama baiknya dalam memberikan perlindungan pada kulit dari terik matahari. Tingkat SPF yang tinggi hanya akan memblokir lebih banyak UVB, namun tidak memberikan 100% perlindungan dari risiko kulit gosong. Akan tetapi, produk dengan SPF tinggi dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap resiko kerusakan kulit jangka panjang, seperti kanker kulit.

Sementara itu, semakin kecil tingkat SPF, maka semakin harus lebih sering untuk menggunakan ulang produk ber-SPF tersebut untuk menambah lama waktu perlindungannya terhadap kulit di bawah terik sinar matahari tanpa khawatir kulit terbakar sinar matahari. Dan perlu diingat juga, produk seperti tabir surya atau sunblock mudah terbilas air, sehingga membuat sebagian tubuh menjadi rentan terhadap sinar UV. Dan mengaplikasikan produk pelindung matahari secara tidak merata pun dapat mengurangi efektivitasnya. Jadi, berapapun tingkat SPF dari produk yang digunakan, maka gunakanlah ulang secara merata, baik setelah waktunya habis ataupun setelah selesai berenang atau berkeringat.

Baca Juga : Obat Herbal Psoriasis

2. Pada Kondisi Cuaca Dingin Tidak Perlu Tabir Surya

Meskipun kondisi cuaca sedang berawan tanpa terik matahari, namun radiasi sinar ultraviolet tetap saja masih mencapai permukaan bumi. Jadi, sebaiknya tetap menggunakan tabir surya setiap hari walaupun kondisi cuaca sedang berawan tanpa terik matahari. Gunakan kembali tabir surya setiap dua jam sekali, setelah berenang, atau berkeringat. Tetap gunakan juga tabir surya walau anda menggunakan make-up dengan SPF.

3. Hati-Hati Dengan Facial

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ternyata facial menjadi penyebab munculnya jerawat pada 80% orang yang menjadi partisipan dalam penelitian tersebut. Bahkan menurut keterangan beberapa ahli, facial juga tidak memberikan manfaat jangka panjang terhadap kesehatan kulit. Sebuah penelitian yang cukup mengetjutkan tersebut terjadi di India.

4. Produk Perawatan Kulit Yang Bagus Adalah Yang Mahal Harganya

Harga memang sering menjadi tolak ukur dalam penilaian kualitas produk, termasuk produk perawatan kulit. Bahkan ada istilah yang berbunyi “Harga Tidak Akan Bohong” seolah menjadi dalil yang kuat untuk membenarkan anggapan tersebut. Namun sebenarnya hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena harga sama sekali tidak menentukan efektivitas dari sebuah produk perawatan kulit. Yang terpenting dari produk perawatan kulit tentunya adalah kandungan dari produk tersebut. Bahan aktif pada produk perawatan kulit seperti krim antipenuaan yang harganya jutaan rupiah dengan yang ratusan ribu rupiah ternyata memiliki kandungan yang sama. Bahkan produk yang ada di toko biasa belum kulitasnya lebih rendah dibandingkan dengan produk yang dijual di mall besar bergengsi.

Baca Juga : Kulit Tangan Mengelupas, Penyebab dan Cara Mengatasinya

5. Lebih Baik Menggunakan Banyak Produk

Dengan menggunakan banyak produk perawatan tidak berarti baik untuk kulit. Karena, terlalu banyak menggunakan produk perawatan kulit justru akan meningkatkan resiko terkena iritasi pada kulit. Oleh karenanya, sebaiknya jangan pernah berlebihan dalam menggunakan sebuah produk perawatan kulit. Menggunakan satu buah saja produk perawatan kulit lebih baik, terutama produk yang dipilih adalah yang sesuai dengan jenis kulit yang dimiliki.

6. Produk Perawatan Kulit Lebih Penting dari Makanan Sehat

Pola makan yang sehat serta asupan gizi yang seimbang akan mampu menjaga kesehatan kulit, seiring dengan bertambahnya usia. Dengan mengonsumsi makanan yang bernutrisi akan membantu membuat kulit terlihat awet muda dan sehat. Menurut seorang dokter ahli kulit, pola makan yang tidak sehat bisa membuat kulit jadi pucat dan pecah-pecah, rambut jadi rontok, serta berbagai gangguan kesehatan lain. Dan selain itu, jangan sampai berlebihan dalam mengkonsumsi makanan. Karena itu bisa membuat kulit menjadi lebih gelap, yang mana itu merupakan tanda-tanda kondisi pradiabetes.

Baca Juga : Obat Herbal Psoriasis

Bahaya Sinar Ultraviolet Terhadap Kulit dan Kesehatan

Bahaya Sinar Ultraviolet Terhadap Kulit dan Kesehatan

Bahaya Sinar Ultraviolet Terhadap Kulit dan Kesehatan

Sinar ultraviolet merupakan bagian energi dari matahari. Sinari ini memiliki manfaat yang bagus untuk kesehatan, dan di sisi lain, sinar ultraviolet juga memiliki dampak buruk bahkan berbahaya terhadap kulit dan juga terhadap kesehatan.

Baca Juga : Obat Herbal Psoriasis

Manfaat dari sinar ultraviolet adalah sebagai vitamin D, yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memperkuat tulang dan gigi, serta membantu tubuh menjadi lebih kebal lagi terhadap penyakit, seperti kanker usus besar maupun penyakit rakitis. Vitamin D juga akan membantu tubuh suapaya lebih mudah menyerap kalsium. Namun, terlalu banyak terkena paparan sinar ultraviolet malah akan memberikan dampak yang buruk terhadap tubuh.

Sinar ultraviolet terbagi menjadi beberapa jenis, dan jenis sinar ultraviolet yang paling umum diketahui adalah ultraviolet A (UVA) serta ultraviolet B (UVB). Kedua jenis sinar ultraviolet tersebut akan memiliki dampak buruk terhadap kesehatan jika terpapar secara berlebihan.

Adapun dampak buruk yang akan mempengaruhi kesehatan tubuh yang mungkin terjadi adalah, seperti gangguan kesehatan pada mata, gangguan kesehatan pada kulit yang bersifat kronis maupun akut, misal : kulit terbakar sinar matahari atau eritema, serta mengalami gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Dalam jangka waktu yang lama, terkena paparan sinar ultraviolet secara berlebihan akan menimbulkan reaksi peradangan pada mata, fotodermatosis, keratosis aktinik, serta mengalami perubahan degeneratif pada sel kulit, pembuluh darah, dan juga jaringan fibrosa.

Baca Juga : Kulit Tangan Mengelupas, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dan berikut inilah beberapa dampak dari sinar ultraviolet terhadap kesehatan berdasarkan jenisnya, yaitu antara lain :

#1. Dampak Sinar Ultraviolet A Untuk Kesehatan

Sinar ultraviolet A bisa menyebabkan kerusakan pada kulit untuk jangka waktu yang lama. Sebab, dari paparan sinar matahari, sebagian besarnya merupakan ultraviolet A. Dan sinar ultraviolet A tersebut bisa mengakibatkan beberapa kondisi kesehatan pada kulit seperti penuaan kulit, keriput, dan juga meningkatnya risiko terkena kanker kulit.

#2. Dampak Sinar Ultraviolet B Untuk Kesehatan

Sementara itu, sinar ultraviolet B yang bisa membantu tubuh untuk mendapatkan vitamin D, tetap saja memiliki dampak buruk terhadap kesehatan. Sinar ultraviolet B bisa mengakibatkan beberapa kondisi, seperti mata katarak, sunburn atau kulit terbakar matahari, serta kanker kulit. Intensitas sinar ultraviolet B juga akan meningkat di daerah dataran tinggi, berdekatan dengan ekuator, dan juga pada saat tengah hari.

Melindungi Kulit dari Dampak Sinar Ultraviolet

Seperti yang telah dikatakan di awal bahwa sinar ultraviolet memang tidak selamanya berdampak buruk terhadap kesehatan, karena ada manfaatnya juga. Namun, jika terkena paparan sinar ultraviolet secara berlebihan tetap saja akan berdampak buruk terhadap kulit dan juga kesehatan lainnya seperti mata.

Baca Juga : Obat Herbal Psoriasis

Nah, oleh karena itu, beberapa cara harus dilakukan untuk melindungi diri dari bahaya sinar ultraviolet. Dan beberapa cara yang bisa dilakukan diantaranya adalah :

  • Gunakanlah tabir surya dengan minimal SPF 15, yang bertujuan untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet A dan ultraviolet B. Dan pilihlah tabir surya yang berlabel “broad-spectrum” pada bagian kemasannya. Dan gunakanlah tabir surya tersebut ketika 15 menit sebelum kulit terkena paparan sinar matahari, serta gunakan kembali tabir surya tersebut setelah sekitar 1 jam pemakaian.
  • Jangan sampai kulit terkena paparan sinar matahari secara langsung. Caranya, bisa dengan mengenakan pakaian yang tertutup untuk melindungi kulit dari sinar matahari secara langsung. Seperti baju lengan panjang, celana panjang, atau dengan menggunakan topi dengan tepian yang lebar.
  • Jauhi terkena paparan matahari pada waktu tertentu dengan sebisa mungkin tidak keluar rumah atau terlalu lama terkena paparan sinar matahari pada jam 10 siang hingga jam 2 siang.
  • Gunakanlah kacamata hitam untuk melindungi mata dari paparan langsung sinar matahari, karena itu bisa melindungi mata dari sinar ultraviolet.

Itulah beberapa bahaya dari sinar ultraviolet terhadap kulit dan juga terhadap kesehatan lainnya. Tapi ingat, sinar ultraviolet juga memiliki manfaatnya untuk kesehatan. Jadi, jangan sampai menghindarinya sama sekali.

Baca Juga : Macam-Macam Jenis Kulit dan Cara Merawatnya